![]() |
Ki Seno Nugroho menempuh pendidikan di SMKI Yogyakarta (SMK Negeri 1 Kasihan).
Dia merupakan anak dari dalang kondang, Ki Suparman Cermowiyoto.
Saat mengikuti jejak sang ayah sebagai dalang wayang kulit, dia menampilkan pertunjukkan yang mampu menggaet anak-anak muda agar menggemari wayang.
Tak heran jika kemudian banyak penggemar Ki Dalang Seno datang dari kalangan milenial yang melek digital.
Ketertarikannya dengan pertunjukan wayang kulit bermulai saat diajak sang ayah melihat pertunjukan dalang Ki Mantep Sudarsono di Sasono Hanggil Dwi Abad, Kraton Ngayogyokarto.
Sepulangnya melihat pertunjukan wayang kilt tersebit, dirinya mulai tergugah menekuni seni pedalangan.
Saat duduk di kelas 2 Sekolah Menengah Karawitan Indonsia (SMKI) sekarang SMK N 1 Kasihan, Bantul, ayahnya Ki Suparman sakit.
Saat itu dirinya dinasehati pamannya, Ki Supardi untuk menggantikan sang ayah yang tengah sakit.
Saat itu dirinya diminta untuk ikut mendalang, dirinya mengiyakan tetapi dengan syarat ayahnya tidak boleh menonton.
Awal mendalang, dirinya diajak sang paman Supardi mendalang di Mrican, Gejayan, Sleman.
Saat itu dirinya diminta untuk ikut mendalang.
Dirinya mengiyakan tetapi dengan syarat ayahnya tidak boleh menonton. Alasannya, waktu itu karena grogi dan takut.
Saat tengah mendalang, Seno ternyata tidak mengetahui jika ayahnya ikut mengiringi dengan memainkan rebab.
Mengetahui kehadiran sang ayah, Seno grogi.
Sebelum mengetahui kedatangan sang ayah, pementasan berjalan lancar.
Sebelum meninggal, ayahnya menuruti keinginannya untuk membeli drum dan kelir.
Dirinya mengatakan bahwa gaya mendalang yang dia yang dipengaruhi oleh beberapa dalang idolanya.
Mulai dari Ki Matep Sudarsono, almarhum Hadi Sugito, H Sukron Suwondo, Ki Gondo Darman.
Setiap dalang mempunyai kelebihan masing-masing.
Selain fokus mendalang dirinya juga berkolaborasi dengan kesenian lainnya.
Bahkan, dengan kakaknya Wiroto yang juga koreografer sudah melakukan pementasan di Belanda dan Belgia.
Bersama Madusari, grup karawitan di Kanada, mereka berkolaborasi mementaskan wayang di Kanada, tour 7 kota.


Posting Komentar